Demi Allah. Terlalu sakit. :'(
Thursday, 6 July 2017
Thursday, 11 May 2017
Conclusion
Vermicomposting is an effective practice to reduce waste. Red Wriggler Haven has helped the practice grow in Manitoba. Timothy Beatley discusses the concept of zoopolois, “an understanding of cities and communities as places where animals and people can co-occupy space, can coexist” (2011). Vermicomposting is a method of zoopolis allowing human and worms to share a residence. Vermicomposting provides occupants with a meaningful experience, directly involving natural processes in the home.
References:
All Things Organic. (2010). What is vermicomposting and why do it? Retrieved March 7, 2012 from All Things Organic Website: http://www.allthingsorganic.com/How_To/01.asp
Associated Press. (2007) Waste management to tap landfill methane. Retrieved March 7, 2012 from MSNB Website: http://www.msnbc.msn.com/id/19459535/#.T1fLG_XmWul
Beatley, T. (2011). Biophilic Cities. Washington D.C.: Island Press.
Berry, N. (2011). Why vermicompost. Retrieved March 7, 2012 from Red Wriggler Haven Website: http://www.redwrigglerhaven.com/
Hanson, D. (2010). Seed starting. Retrieved March 7, 2011 from Red Wriggler Haven Website: http://www.redwrigglerhaven.com/wp-content/uploads/2010/02/Vermicompost-Trial_April2010.pdf
Hough, M. (2004). Cities and natural process: A basis for sustainability. New York: Routledge.
Newman, P., & Jennings, I. (2008). Cities as sustainable ecosystems. Washington D.C.: London Press.
Ndegwa, P.M., Thompson, S.A., & Das, K.C. (2000). Effects of stocking density and feeding rate on vermicomposting of biosolids. Bioresource Technocogy, 71(1), 5-12. and Practices. Island Press.
Conclusion
A properly designed vermicasting system will process organic waste into vermicast in 22–30 days. This process self-aerates and does not require mechanical aeration or mixing. Earthworm beddings commonly used in earthworm bins can be replaced with a screen or mesh raised bottom surface and enough finished vermicast to prevent excessive earthworm stocking density and provide proper drainage. Adequate drainage and aeration prevent odours, flies or the migration of earthworms out of the waste. Vermicasting can be done on a domestic, farm or industrial scale in waste-processing facilities and could be sited near residential areas, minimizing waste and fertilizer transportation costs. When added to plants, vermicast has been shown to improve resistance to disease, yield and protein content of plants relative to other commercial fertilizers.
- Conclusion
An important conclusion of this project is that vermicomposting addresses the social, economic and environmental imperatives of sustainability. The social is addressed by human interaction with the biological processes found within the vermicomposter, allowing for a greater appreciation of the natural environment. It could also create a feeling of community on campus by the interaction within group information sessions and a communal feeling of environmental stewardship. Secondly, the economic aspect is addressed as vermicomposting reduces costs associated with waste removal on campus and the use of chemical fertilizers. Lastly, the imperative of environmental sustainability is addressed as it reduces the amount of organic waste going to landfills, which can cause harmful leachate contamination in water systems. As vermicomposting meets all three elements of sustainability it is important that it become recognized and promoted on campus. Through the implementation of vermicomposting in residences, such as CLT, the University of Waterloo can achieve its goal of becoming a sustainable campus.
After careful analysis of our results we have concluded that the key to making vermicomposting a success on campus is education and increased awareness of the benefits of composting. We observed that upon introduction of a vermicomposter into our households, roommates with preconceived notions about the composters soon realised that their negative concepts were incorrect and a vermicomposter is easy to live with and maintain. These notions accompanied a lack of knowledge towards vermicomposting and were easily rectified with simple education and hands on experience. Information sessions would achieve these same realisations on a greater scale throughout campus, allowing for increased awareness and vermicomposting use. These results could also be replicated through the implementation of vermicomposters in units with interested residents, such as the seven respondents of the vermicomposting survey. This would allow for first hand interaction with the vermicomposters by other residents at CLT, and the interest in vermicomposting would spread. Education and first hand contact through information sessions on campus would therefore make vermicomposting a feasible initiative in campus residences such as CLT.
Tuesday, 9 May 2017
Present
Ex-situ plant
1. Effect of Soil Contamination by Cadmium on Potassium Uptake by Plants
http://www.pjoes.com/pdf/13.3/333-337.pdf
2. Reproductive studies of C57B/6 male mice treated with TCDD-contaminated soils from a 2,4,5-trichlorophenoxyacetic acid manufacturing site
https://link.springer.com/article/10.1007/BF01056018
Wednesday, 16 March 2016
Daisuki #5
Ayat ni , these words bro and sis sekalian , ayat ni membuatkan aku rasa macam ada panah datang cucuk tembus kat dada aku .
Bukan sakit , tapi lebih kepada seronok .
" Haha , Ami ni hang screenshot ni kak hang tau dak ?" Aku tanya dia " Dak weh , kak aku tak tau ngannnn " Jawab Ami selamba dengan style dia .
Sejak dari hari tu , Ami selalu tolong aku nak dapatkan hati si Sya .
Selang beberapa hari , satu pagi dalam pukul 10 begitu , Ami chat aku , " Weh Dein , aku dengan aku ada kat mall A ni , hang nak mai sini mai la , aku tunggu kat mana-mana satgi ."
Aku jawap , " Serius ? Tapi aku segan la " " Alah , maj ja , kak aku ada ngannnn ."
Tanpa banyak bunyi , 15 minit lepas tu aku pun sampai di mall A tu walaupun dalam perjalanan tadi dah tersesat jalan (Dein ni jenis jarang keluar berjalan) .
Sampai saja aku terus call si Ami tanya dia kat mana , dia pun dah bagi location , so aku pun terus pergi .
Dua kali jugak la aku pusing mall A ni tak jumpak si Ami dengan kakak dia , round yang ketiga , Alhamdulillah , aku nampak Ami , " Eh ? Siapa yang sembunyi kat belakang tu ..?" Bisik hatiku . " Allah , Sya , hahaha " Aku terkejut , aku tak berani nak tengok dia , tiba-tiba aku jadi segan , tangan aku terketar . Dada aku rasa lapang , mata aku sejuk seolah-olah semua masalah aku sebelum tu dah hilang entah ke mana .
" A.. A., Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam ! Hahaha , sampai pun hang " Ami jawab salam aku sambil kami bersalaman tangan dan diakhiri dengan bro fist yang berkarisma .
Dalam 5 minit aku dengan mereka aku dapat rasa yang Sya tak berapa selesa bila aku kat situ , " Weh Dein , jom lah jalan sekali " ajak si Ami , " Em , tak apalah , ampa dua pi la dulu haha , aku duduk sini ja " aku tolak , (Dein bajet) " Eh takkan la , hang dari jauh takkan nak duduk sini ja " *sambil mata Ami bagi isyarat tunjuk ke arah kakaknya*
Sunday, 28 February 2016
Daisuki #4
( Oh , lupa nak mention yang si Dein ni boleh melukis , kalau tak lukis atas kertas dia lukis kat tab , tak la terer tapi boleh laaa )
Siap lukis , aku serahkan ke si Ami , kemudian Ami ni bagitahu kat aku , " Wei , kak aku nak suruh hang lukis gambar dia , boleh dak ?"
Aku kata la " Boleh ja , suruh Sya hantar kat aku gambar dia ," , " Alaaa , hang sembang dengan kak aku sendiri la senang ." titah si Ami .
" Hullooo , takkan lah , hari tu dia macam marah aku takkan aku nak chat dia mintak gambar ,, nanti dia ingat aku ni apa pulak .." bisik hati ku .
Aku on Wechat bukak moment , baca dan baca aku ternampak satu post dari Sya , aku pun komen " Ami kata nak suruh lukis .."
" Ya , kalau boleh la , kalau menyusahkan tak payah lah " balas si Sya .
Apa lagi , aku pun terus hantar chat " Kalau nak lukis kasi la gambar "
Selang beberapa minit Sya pun hantar gambar yang nak dilukis tu , ada nampak kesan crop .
" Saya crop gambar tu , ada kawan-kawan lagi dalam tu " kata Sya .
" Jangan risau lah , saya tak tengok perempuan lain pun " aku cakap kat Sya . Dia hanya ketawa , " Hmm , okay la kut " fikir ku maybe dia dah tak marah .
Bila dah siap aku pun bagi ,
" Ni Sya , dah siap dah .. boleh tak ?"
" Eh , waaaahh , elok elok elokk , thanks eh Dein ." Sya reply . " Thanks ja ?" tanya ku .
Seperti biasa jawapn dari Sya , " Thanks , Terima Kasih , Syukran , hehe "
" Aku terima 'kasih' yang hang bagi kat aku Sya .." bisik hati ku .
" Kalau nak suruh saya lukis apa-apa lagi nanti bagitau ja "
" Eh , tak menyusahkan ka ?" tanya Sya , " Tak pun , takpa , just bagitau ."
Tunggu punya tunggu , lepas sehari , sehari lagi berlalu , usia yang muda makin meninggalkan diri , diganti dengan usia yang semakin tua .
" Dia dah tak ingat la tu :-( " aku cakap seorang diri , aku buka moment di Wechat aku ternampak Sya post gambar , " Oh , keluar dengan kawan .. " bisik ku .
Tiba-tiba aku ternampak satu gambar si Sya ni duduk atas batu , bawah pokok yang tak berdaun sangat . " Ni boleh lukis ni .." kemudian aku pun lukis , bila siap aku post hasil lukisan aku kat moment dengan caption " Sapa ni ?"
Sya pun komen seolah-olah terkejut . Dan dalam masa yang sama aku dapat chat dari si Ami " Ohh , pandai hang Dein , laju ngannnn .." dia sertakan dengan screenshot chat dia dengan kakaknya .
Sya kata kat screenshot tu ...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sunday, 21 February 2016
For you my Chan.
#tangan kanan di dada + bi sirril fatihah
#background song : jeritan batinku
Daisuki #3
" Hmm , simple ja dia ni balas .. dia ni segan ka marah kat aku ?" berlaku perbalahan di antara suara-suara dalam kepala aku . " Ami , kak hang kata apa ?"
" Dia tak kata apa pun , dia ambil surat dengan pendrive hang terus dia buat kerja . Dia tak bagitahu apa pun kat aku ." jelas Ami .
Aku pulang ke rumah dalam keadaan serba salah , meter motosikal aku tak stabil malam tu . Kadang-kadang 120 kadang-kadang 140 , semua jadi serba tak kena . " Tu lah hang , kacau lagi anak orang .." bisik ku seorang diri .
" Nii .. Hang pi mana tengah-tengah malam baru balik rumah ?!" aku dengar kata-kata ni sebaik sahaja aku buka pintu rumah , mak aku marah gais sebab dah lewat malam baru aku balik .
" Ni mak .. tadi ni .. apa , pi ambik barang kat adik bakal menantu mak , movie hindustan mak , nak tengok dak ? Nak bukak laptop ni ." jelas aku dengan muka tak bersalah . " Laptop ? Hang mau duk tengok la ni dah pukui berapa , hang bukak laptop kalu satgi ni pukui berapa hang nak tidoq ? Hang satgi aku hambat dengan penyapu kalu baru hang ada akai .." tak tak , bukan macam ni mak aku cakap , jk jk .
" Laptop ? Pukul berapa dah ni , satgi pukul berapa hang nak pi lena ? Satgi hang payah nak bangun Subuh ." haa , macam ni la mak aku cakap .
Malam tu aku tidur tak lena .
" Kagebunshin no jutsu !" phone aku berbunyi , ada chat dari Ami . " Bro , kak aku tanya , subtitle ada tak ?"
" Aku tak bukak lagi Ami , nanti kalau ada aku bagitahu hang "
" Apa-apa hang chat kak aku la Dein , okay ? Okay ngannnn .." kata Ami .
Peii , macam mana aku chat si Sya , aku dah la takut si Sya ni meluat kat aku .
" Salam , subtitle ada ?" chat dari Sya . " Weh dia chat baq hang , macam mana ni macam mana ni .." aku jadi serba tak kena .
" Wsalam , ada-ada , subtitle okay ja ." jawab aku dalam chat tu . " Ohh , ok ." Sya jawab balik , simple lagi .
Aku beranikan diri tanya Sya , " Surat hari tu , afwan je ke ?"
' typing .. typing .. typing ..' jantung aku berdegup kencang , perasaan berombak-ombak . (feeling waktu ni lebih kurang kalau kita dengar lagu Far East yang Menanti di Alam Barzakh tu kat part tarik .. jantung berdegup kencang menantikan malaikat datangggg~ lebih kurang tolak tambah sama dengan macam tu la feeling aku)
" Afwan , Welcome , Sama-sama " chat dari Sya .
Dia marah aku ni ..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ش~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Saturday, 20 February 2016
Daisuki #2
" Der , seminggu dah ni , kak hang tak approve aku pun .." aku mengadu kat Ami . " Kak aku tak perasan kot , takpa , hang try add lagi sekali ." suruhnya . Aku pun add lagi sekali , selang beberapa jam kemudian " Siapa ni ?" kakak si Ami jawab dengan soalan dibahagian greeting tu . " Member Ami .." jawab aku ringkas , dah kakak si Ami pun approve .
" Wehh wehh , kak hang approve dah , aku nak buat macam mana ni ?"
" Apa lagi , hang chat la dia " suruh si Ami .
Chat ? Nampak mudah bro , nak taip Salam or Hai ja , tapi nak hantar chat tu aku tak berapa berani . Aku tak berani nak chat Sya kakak si Ami , pernah jugak si Ami tanya kepada ku " Hang dah sembang dengan kak aku ka belum ?"
Aku jawab " Belum , aku takut kak hang tak mau aku Ami .."
" Chat ja , kak aku mau , aku adik dia aku tahu lah haha ." jawab si Ami .
Aku tak kuat bro , aku hanya mampu like moment-moment yang kakak dia post saja . Pernah juga aku usha-usha moment sebab bosan dengan kerja , bila sampai kat part moment kawan aku ni aku ternampak kakak si Ami pun like , " Oh , Sya ni kawan si Fiq rupanya .."
Tiba satu musim , musim movie hindustan bertajuk Dilwalewale , aku ternampak Sya ada post kat moment yang dia ada movie tu , siapa yang nak boleh minta dari dia .
So aku pun comment la yang aku nak . Tiba-tiba ada satu suara datang melawat dalam kepala aku , " Berani pulak aku comment ." Kemudian dia setuju nak beri kepadaku copy movie tu .
" Yes !" aku bersorak seorang diri di ruang tamu rumahku . " Hang dah pasai apa jerit sorang-sorang ni ?" tanya ibuku yang seakan-akan marah sebab terkejut aku menjerit .
" Mak .. mak nak dapat menantu dah ." jawab ku .
Tiba hari yang dijanjikan , aku pun pergi berjumpa si Ami , nak serahkan pendrive aku . " Nanti siap aku bagitau hang Dein " kata si Ami . " Ami , aku nak mintak tolong hang satu benda lagi boleh ?" tanyaku , Ami hanya menganggukkan kepala tanda setuju , aku ambil kertas dan tulis " Thanks syg *lukisan cincin*" aku lipat dan serahkan pada Ami , " Bagi ni kat kak hang Ami , jangan baca aku malu "
Aku pulang ke rumah sambil memikirkan apa yang telah aku lakukan , " Peii .. mesti kak dia marah aku .. apa aku dah buat ni .." bisik hatiku .
Selesai solat Isyak , aku dapat chat dari si Ami ,
" Bro , movie siap dah , mai la ambik " chat ringkas tapi padat dari Ami .
" Thanks la Ami , aku susahkan hang kali ni .."
" Haha , no hal lah " kata beliau . " Kak hang jawab tak ?" tanya ku tentang surat tadi . " Haa ada ada , terlupa pulak aku "
Sya jawab ...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Friday, 19 February 2016
MATRIK
Assalamualaikum.
As i promised berbulan-bulan yang lepas, harini baru aku terpanggil untuk update pasal benda ni.
KMPP
Kolej Matrikulasi Pulau Pinang.
Banyak yang aku belajar melalui hidup aku selama setahun dekat situ. Segala suka duka, menangis dan ketawa.
Okay, aku nak cerita dari first aku jejak kaki dekat situ sebagai student matrik.
.....................................................................................................................
Pertama kali jejakkan kaki lepas turun dari kereta, tersergam indah banggunan Dewan Al-Farabi. Aku lihat sekelilingku, ramai. Mungkin mereka juga seperti aku dan keluargaku. Ingin mendaftar sebagai pelajar baru. Demi Allah takut. Itu perasaan yang aku rasa pada tika itu. Sebab aku tahu, selepas mendaftar aku akan ditinggalkan keseorangan mengharungi kehidupan sebagai seorang pelajar. Sedih dan takut.
'' Okay dik, boleh pergi pejabat kunci bilik dekat sana.'' kata seorang fasilitator perempuan kepadaku sambil tangannya menunjukkan arah. Alhamdulillah aku dah selamat mendaftar. Kehidupanku bakal bermula.
Lepas ja aku mendaftar bilik dan dapat kunci. Aku dapat tahu rupanya aku sebilik dengan 3 orang kakak. Mereka seniorPDT. Ya Allah time tu aku rasa down sikit sebab aku tak ada kawan untuk belajar sesama. Tetapi aku redha. Mama abah aku pujuk mungkin depa akan ajar aku nanti kalau aku tak faham apa-apa. Hmmm okay Mama Abah. Aku kemas bilik and gantung semua baju-baju dalam almari. First impression bila dapat bilik, okay quite nice sebab besar Takpa, aku akan cuba adapt dengan environment baru ni.
Minggu orientasi, dan aku tahu rupanya aku dapat Modul 1. Ya Allah aku taknak. Aku eager nak tukar. Please aku nak tukar Modul 3. Aku buat surat. Aku tulis sebab-sebab kenapa aku nak sangat tukar Modul. Aku tak sanggup ambik Physics dah. Aku tak boleh bawa. Aku takut nanti Physic akan rendahkan CGPA aku. Alhamdulillah lepas je aku hantar surat, HEP call aku dia suruh pergi pejabat untuk buat penukaran Modul. Ya Allah time tu hanya Allah ja yang tahu betapa bersyukurnya aku. Time HEP call aku tu, aku tengah ada dalam bilik yang tingkat 3 tuu. Baru balik dari class yang tak ada gap rest langsung. Tu gap first. Tetiba je HEP suruh aku pergi pejabat. Aku pun cecepat turun berlari(jalan laju²) ke HEP. Sampai je HEP, beliau tanya kenapa nak tukar. Sanggup ke nak cari kawan baru pulak. Dah selesa dengan kawan class sekarang kan. And i was like 'are you trying to sycho-ing me?' and aku pun jawab je apa aku nak jawab. Then aku dapat jugak modul 3 .. K2P17 .. beliau bagi aku jadual class baru. MasyaaAllah. Ada class sekarang ni. fuhhh. Tak ada rest la lepas ni. Rest untuk solat ja rasanya ni em emm.. takpa tabahkan hati. Nak dibuatkan cerita pulak, aku puasa time tu. Hanya Allah ja la yang tau betapa sakitnya aku time tu. Letih. Tapi rasa bersyukur tu lebih. Alhamdulillah.
Paling lawak, aku pergi tempat class baru aku tengah belajar sekarang. Aku ketuk pintu.. Selamba aku ja tanya ni class K2P17 ka. Then aku cakap aku baru tukaq masuk class tu. Depa semua sambut aku baik. Then, depa cakap aku rare. Masuk class terus buat bising. Ya Allah bersyukur sangat classmate baru aku semuanya gila gila macam aku jugak!! Tak macam kelas sebelum ni, semuanya serius, maybe dalam otak tu hanya belajar..belajar dan belajar... stress aku.
Okay, stop cakap pasal class. Hehe
Alhamdulillah, rezeki. Allah dengar segala doa aku. Demi Allah aku bersyukur. Aku berazam. Start aku masuk matrik, aku akan belajar bersungguh-sungguh. Aku tak akan tinggal solat hajat. Taknak tinggal surah yassin. InshaaAllah sepanjang malam aku cuba istiqamah.
Belajar punya belajar. Susah. Yes aku admit. Matrik memang susah. Tau tak susah dari segi apa? Masa belajar. Busy sangat. Kalau syllabus tu Alhamdulillah sama macam spm ja. tapi... haaa ada tapi dia.. belajar syllabus secara cepat. Rush. Haaa. Masuk la matrik dulu baru tau macam mana tak ada masa tuuu. Hehehe. Cabar ni cabar.
Aku nak cerita first sem aku.
Memang aku selalu rasa, mesti aku belajar dekat sini payah nak dapat pointer tinggi² .. sebab ramai yang cakap.. "masuk matrik kena struggle, nak dapat pointer 3 tu susah. Kena belajar betul² baru boleh.."
Haishhh. Stress weh. Tiap hari, aku stress belajar. Pergi class pukul 8 dah start belajar, balik pukul 4 petang or 5petang. Depends hari. Kalau class account tu selalunya balik awal. Pukul 3 tu dah habis class dah. Untung la kan. Malam pulak, kalau tak ada class. Kena buat tutorial. Banyak tau dak! Kalau senang, senang la. Kalau susah. Haa macam mana ?! Okey kena hadam la selama setahun dekat sini. Alhamdulillah roomate aku memang best sangat² .. dah lama aku makin kenal, duduk sebilik. Kakak-kakak tu semua ya Allah layan aku macam adik depa. Demi Allah aku rindu depa sangat² sekarang ni. Tak dapat dekat tempat lain dah. Kak Sakirah, kak Faqih, Kak Jihah. Kami rinduuuuu. *tearsout..
Dengan depa la aku belajar, aku tanya macam² pasal pelajaran. Since depa kan senior. So subject sem 1 aku ni depa dah hadam sangat-sangat dah. depa dah belajar. So, aku tanya apa ja. Semua depa boleh explain dekat aku. Ya Allah dekat situ dah beruntung dah untuk aku. Makin faham setiap bab. Alhamdulillah. Setiap malam, kalau lapar. Mesti kami akan call makcik siam dekat kedai luar kmpp suruh hantar makanan. Ya Allah sedap tak terkata. Tomyam paling sedap yang aku pernah makan. Semuanya sedap la, bukan tomyam ja. Makan sama2, kongsi makanan, basuh pinggan sama2, mandi ajak sesama, basuh baju sesama, kongsi duit nak basuh baju guna mesin. Semua tu kenangan. Kenangan indah. Yang hanya budak matrik ja rasa :')
Okay, sepanjang belajar satu sem. Pertengahan sem tu ada exam UPS .. emm UPS tu carry 10% untuk CGPA nanti. Aku just dapat 2.8 pointer ja. Sedih weh sedih. Dari situ aku dah dapat agak pointer aku untuk sem ni. Mesti bawah 3. Hmm tetiap hari aku minta dekat Allah supaya aku dapat 3.5 pointer ke atas. Tetiap hari weh aku minta. Tetiap hari aku hajat. Tetiap kali baca yassin time dekat ayat 'mubinn' tu mesti aku niat apa ja hajat yang aku nak. Semestinya aku minta supaya dapat 3.5 pointer ke atas la. Struggle punya struggle belajar susah apa semua. Menangis apa semua. Rasa macam tak boleh carry pon ada sebab belajar cepat sangat(serioustalk). Tapi classmate fun sangat² tu yang paling best. Mai time exam.. memang aku belajar sungguh² time study week tu. Aku fahamkan semuanya (semuanya ok !!!). Matrik ni tak macam sistem University weh. Exam dekat matrik kena baca satu buku tu hadam 12bab satu subjek. Bukan macam exam dekat University, exam Uni tu dalam berapa bab ja masuk. Budak Asasi la untung. Kiranya, matrik lagi susah dari Asasi tauuu! Dah exam. Kena packed barang bawak balik semua tau dak! Fuhhh seksa. Nasib baik rumah dekat. 30min ja. Kesian dekat rumet yg duduk Kelantan terengganu semua tu. Tapi boleh simpan dalam stor ! Hehehe. Alhamdulillah cuti 2minggu.
...........................
Sem 2 bermula.
Bermula kembali hidup sebagai pelajar matrik yang hidup hanya tahu erti belajar.. belajar.. belajar.. dan stress. Dannnnn.. happy.. :D
Belajar kejap dalam beberapa minggu rasanya. Lepastu result sem1 dah nak keluar. Memang aku tak skip solat hajat, yassin, tahajud and dhuha(kekadang skip) .. aku takut sangat. Pukul 10 result keluar dekat pejabat HEP tu. Time tu aku ada class, habis pukul 11. Class tu pulak boleh nampak HEP dari tingkap. Memang aku tak focus langsung belajar. Lecturer pun memang dah faham dah kami ni tengah ketaq duk tunggu result. Aku dah dengaq dah orang menjerit apa semua dekat pejabat HEP tuu. Confirm 4flat dah tuh. Untung la. Punya duk ketaq, sampaikan aku menangis dalam class. Aku punya berdoa macam2 minta2 sangat dapat result atas 3.. 3 point 5 ke atas please.. Aaminnn.. member² semua pun oakat ketaq. Tengok aku nangis lagi depa ketaq. Hahaha. Weh sorry aku emotional sangat. Takut weh. Dah habis class kami satu class semua pi dekat pejabat HEP tuu.. Jalan slow2 sambil baca semua doa. Tengok result. Ya Allah ramai sangat manusia. Ada muka senyum, ada yang menangis. Aku check no matrik aku. Emm mana. Mana... mana... kenapa takdak ! Aku dah cuak dah. Mana !! Ya Allah.. aku check lagi dekat hujung. Ms1413602803 ... ni dia !!! Aku tarikk tangan aku.. berdebar weh. Serious. Dalam hati dok doa macam²... tarikkkkk. Pap! CGPA ! 3.49 CGPA !!! Ya Allah aku tersenyum. Air mata aku mengalir keluar weh. Hanya Allah ja yang tahu. Ya Allah.. aku merintih dalam hati. TERIMA KASIH ya Allah kerana mendengar doa hambaMu yang hina ni. Kau sudi juga mengabulkan doa orang yang selama ini berbuat maksiat kepadaMu ya Rabbi. SubhanAllah berkat doa yang selama ni aku minta supaya dapat 3.50 pointer ke atas. Walaupun kurang 0.01 nak dapat 3.50 .. Aku dah bersyukur ya Allah. Maybe sebab² dosa aku yang tinggi menggunung Allah tak bagi 0.01 tu. Takpa. Allah knows what the best for his servant. Yang oasti, aku kena usaha lebih lagi untuk sem 2 .. sejak tu.. aku tukar doa aku.. aku selalu minta supaya Allah dapatkan aku 3.75 pointer ke atas. Dengan usaha yg sama macam sem 1 .. em tapi ! Time sem 2 aku lebih banyak main² untuk study. sampaikan test math selalu dapat paling sikit. Selalu. Pernah dapat markah 2 ja weh. Balik bilik, memang aku menangis sepuas hati. Sedih. Sejak tu aku berubah. Aku belajar sungguh2 sampaikan UPS aku dapat A math. Dari serendah-rendah 2 markah time test quiz.. aku dapat A Alhamdulillah . Berkat minta doa daripada mama and abah. And. Berkat usaha. Aku, time sem 2 ni memang banyak enjoy dengan classmate aku. Kurang belajaq sikit dari sem 1 .. dah la sem 2 ni subject dia tough tu MasyaAllah.. tapi nasib baik tersedar di pangkal jalan. Time study week memang aku pulun tanya rumet aku. Pulun la study tidur pukul 2 or 3 pagi. Time exam pulak aku sakit. Ya Allah seksa weh. Seksa. Aku taktau la kifarah dosa apa Allah bagi dekat aku. Tapi. Mesti sebab.. em ada lah rahsia. Demam. Badan berangin takmau keluar. Aku pergi jawab exam pon pakai cool fever dekat leher tau. Nampak dak teruk tu macam mana. sampaikan kena diarhea tau dak. Aku tak pasti kenapa. Takpa, ada hikmah semua tu. alhamdulillah aku berjaya jugak jawab semua exam. Disebabkan aku modul 3, habis exam awal berbanding modul 1 and 2 .. so aku kena balik dulu meninggalkan roomate² kesayangan aku. Ya Allah part paling sedih yang aku pernah rasa dekat Kmpp. Bayangkan dah tinggal sebilik. Dah hadam perangai masing-masinh. Selalu buat benda sama-sama. Makan sesama, basuh baju, sidai baju sesama. Ya Allah perit rasanya nak tinggalkan roomate. Aku kemas semua barang-barang masuk dalam beg and kotak. Pagi selasa tu, aku cium tangan kak Sakirah. Aku peluk dia. Aku nangis. Itulah kali terakhir aku jumpa dia. Kakak yang selama ini mengajar aku erti kesabaran, erti kesyukuran, erti ketabahan, erti Islam. Ya. Erti Islam. Kak, kami rindu kak sangat-sangat. Ingat lagi, pertama kali aku masuk sebilik dengan kak Sakirah. Dia hadiahkan aku satu benda. Handsock. Dari situ, aku dapat rasakan Allah telah hantarkan aku seorang untuk mengubah imej aku. Aku hargai hadiah tu. Aku pakai setiap hari. Sampaikan, aku rasa kekok untuk tak pakai handsock lagi. Kak sakirah lah yang membuatkan aku tersedar erti aurat. Stokin. Setiap kali aku keluar dengan dia nak pergi cafe or nak pergi koop. Aku terpaksa tunggu lama untuk dia pakai stokin, pakai handsock. Dari situ aku rasa teringin nak berubah. Aku cuba pakai handsock, stokin ke mana² sahaja. Alhamdulillah aku istiqamah. Aku syukur sangat dapat kenal kak Sakirah. Yang paling aku tak sangka. lebih kurang sebulan aku masuk kmpp. Baru aku dapat tahu rupanya roomate aku sendiri. Kak sakirah. Rupanya 2 pupu aku. Ya Allah keciknya dunia. memang kami gelak bila dapat tau. Thanks kak Sakirah. Banyak cerita pasal kak Sakirah ni. Tapi nanti la aku cerita dalam entrg lain. InshaaAllah. Kak faqih, aku salam cium tangan dia. Aku peluk. Dia la yang peluk aku paling kuat. Dia peluk sambil goyang-goyangkan badan aku ya Allah sedihnya. Kak faqih, dia mengajar aku erti jangan terlalu ambik kesah pasal orang, hidup mesti selalu selamba, dan hidup mestilah selalu happy and enjoy. Dia la roomate yang aku selalu pergi dekat untuk happy. Dia akan selalu manjakan aku macam adik dia sendiri. Kami selalu selfie sesama. Tangkap gambar gila². Dia layan aku macam adik sendiri. Kak aqihh, kami rinduuu. Kalau stress, aku akan oergi dekat dia. Sebab apa ? Sebab dia seorang kaki runningman, kaki anime, kaki movie, kaki korea. Aku akan pergi duduk sebelah dia and tengok cerita sesama. Dia mengajar aku erti jangan stress belajar. Thanks kak faqih. Kak Jihah, aku salam cium tangan dia buat kali terakhir, aku peluk dia. Kak jihah. Dia juga mengajar aku sesuatu. Erti matang dalam hidup. Dia memang matang, dia yang akan selalu nasihat kami kalau aku, kak kirah n kak aqih jadi budak² dalam bilik. Dia nasihat gelak². Then kami semua akan berkumpul dekat katil dia. Bercerita. Macam².. rindunyaaaaaaa ya Allah. Itu lah kali terakhir aku jumpa depa semua. Aku peluk, aku nangis semahunya. time macam ni. Hanya budak matrik yang akan faham macam mana rasanya. Sebab life dekat matrik dengan U sangat berbeza.
Alhamdulillah. Aku tamat belajar sebagai seorang pelajar matrik. Lega, belajar penat, sakit, stress semuanya seakan terpadam dalam ingatan. Free rasanya. Cuma yang tak free ialah, debaran menunggu result sem 2 dan CGPA untuk whole year in kmpp. sepanjang menunggu result, aku tak pernah skip doa supaya result sem 2 aku akan dapat above 3.75 ... takut sangat-sangat.
Tiba hari yang mendebarkan untuk aku. Result nak keluar. Tapi abah ajak aku balik kampung. Faham-faham jela kalau dekat kampung macam mana nak check result. Tak berapa ada line kan. Takpa, tabah. Tunggggggguuuuuuuu pukul 10 pagi dekat kampung rumah nenek.. setia pegang phone nak check result guna sms. tepat ja pukul 10. Aku jerit. "Aaaaa mama dah pukul 10 ! Takutttttt...." Hahahaha. Aku memang macam tu cepat gelabah. Aku pun type no ic and no matrik aku. Memang setia menunggu. Tup tup.. masuk satu sms.. Yang mengatakan 'Maaf anda tidak berjaya untuk sesi 2015' aku terkejut. Rupanya aku tersilap sms . Tu sms untuk check dapag masuk matrik ke tak untuk budak lepasan SPM. Fuhhh then aku send sms lagi. Kali ni betui. Tetiba ja ada sms masuk dekat phone. naik dekat noti bar.. benda pertama yang aku nampak.
' 3.84 '
MasyaaAllah aku terbeliak. Mulut aku ternganga sambil tersenyum( you guys can imagine it right ) and aku pun menjerit "Yeyyyyyy Alhamdulillahhhh akak dapat 3.84 ! Bersyukurnya! " Bising rumah nenek dengan suara aku time tu. Ya Allah aku bersyukur sangat time tuu weh. Rasa segala berat beban ni jatuh lega sungguhhhh. Dapat pointer 3.84 untuk sem 2 .. so CGPA aku 3.66 .. Alhamdulillah. Hanya Allah sahaja yang tahu betapa gembiranya aku time tu. Aku sujud syukur dengan nikmat yang Allah bagi dekat aku. Alhamdulillah. Semuanya berkat doa ibubapa, kawan-kawan, dan diri sendiri jugak. Terima kasih sangat :')
KMPP.
Tempat di mana aku menemui erti kehidupan. Susah payah belajar. Mengenal erti Islam dan aurat. Mengenal erti pengorbanan. Mengenal erti kesabaran, ketabahan, kasih sayang dan macam-macam lagi. Ya Allah. Terima kasih dengan nikmat ini.
Alhamdulillah. :')
" Allah pandang usaha yang kau buat, bukan pandang hasil yang kau perolehi. "
#belajarbersyukur
Wednesday, 17 February 2016
Daisuki #1
Selepas seminggu , thanks to my bro dari kecik sampai sekarang , Dud nama dia , Dud offer aku kerja sekali kat hotel tempat dia kerja sekarang ni . Dia kata masa interview dengan supervisor nanti jangan bagitahu yang aku nak sambung study , nanti tak dapat . So aku pun ikut lah nasihat dia .
Tomorrow morning aku dah start kerja , jawatan yang aku pegang fd (front desk) . Minggu yang ke 3 aku kerja kat situ aku ditukarkan shift dari pagi ke shift malam . Sejak dari shift malam ni lah bermulanya cerita aku .
Shift malam ada lagi dua staf senior , Ham si orang tua , Ami muda setahun dari aku ( gais , Ami ni lelaki gais ..) . Kemudian kami pun berkenal-kenalan la , tanya dari mana , umur berapa , sampai kat part soalan study mana aku macam nak elak dari jawab soalan tu . Kebetulan masa tu kawan aku , Dud ada sekali , dia bagitahu kat mereka pasal apa yang aku study .
"Perghh , serius weh?" tanya Ami . "Hahaha .. ya .." jawab aku ringkas . "Ami , hang ada berapa beradik ?" soalku , "Dua , kak aku tua setahun .. haa , umur dia sama dengan hang la ." jawab Ami . "Ohh , Ami , hang takmau ambik aku jadi abang ipaq hang ka ?" tanya aku tanpa teragak-agak . Ami seakan-akan fikirkan sesuatu , "Haa , boleh jugak , kak aku memang duk cari orang macam hang Dein , hang try la ngorat kak aku ." cadangan si Ami yang mengejutkan aku .
Ami beri kapada ku id Wechat kakaknya , "Eh , kat greeting tu nanti hang tulis ' kawan mat ning ', nanti dia approve la ." Aku turut kan saja .
" Sya ..?" bisik hatiku nama kakak si Ami .
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sunday, 14 February 2016
Aku sedar, AKU TAK LAYAK.
Assalamualaikum. Ada orang suggest suruh aku tulis entry pasal..
BUDAK TAHFIZ
Hmmm.. tak pernah tercapai dek akal aku yang aku maybe akan berjodoh dengan seorang lelaki yang bergelar 'Tahfiz' ..
Kenapa ?
Sebab aku sedar diri aku siapa. Aku tahu diri aku macam mana. Aku mungkin tak layak untuk seseorang yang tinggi ilmu agamanya. Aku sedar aku tak layak berdamping dengan seseorang yang bergelar 'tahfiz'.. Aku bukan seorang perempuan bertudung labuh. Bukan seorang yang berpakaian sopan. Walaupun aku cuba sedaya upaya tutup aurat. Tapi, mungkin tak lengkap sebab pakaian yang aku pakai tak melambangkan aku sebagai seorang perempuan A'lim yang selalu memakai jubah, bertudung labuh. Walaupun aku ada niat untuk pakai macam tu semua, tapi... hati kecil mengatakan itu bukan aku.
One thing yang paling aku takut.. Aku bukan perempuan yang baik, banyak dosa yang aku dah buat. Maksiat kepada Allah. Aku tak sanggup andai 'tahfiz' tu akan tanggung semua dosa2 aku. Hanya andai semata2.
Sebab...
Aku tahu...
Aku tak layak.
Back to the reality.
Aku tak tahu apa perancangan Allah and hikmah Allah tiba-tiba kenalkan aku dengan seorang lelaki yang aku sendiri tak sangka. Seorang lelaki yang bergelar 'Budak Tahfiz' ... Berbezanya taraf kita.
Aku tak sangka, bila Budak Tahfiz tu tiba-tiba ja menunjuk minat dekat aku. Hmmm, aku takda apa2 la. Aku tak berpakaian labuh. Tak macam Hafizah. Aku tak banyak ilmu agama. Atau jahil agama.
Kenapa ?
Kenapa aku?
Tak sedarkah yang aku tak layak untuk menjadi seseorang dalam hidup seorang Budak Tahfiz.
Jauh dalam dasar hati seorang perempuan ...
Tipulah jika aku tak mahukan seorang lelaki yang berilmu agama untuk pimpin dan bimbing aku ke arah jalan yang diredhai Allah. Demi Allah, aku teringin nak ada seorang suami yg boleh memimpin aku dengan Islam yang sempurna. Sebab aku tahu diri aku yang kurang ilmu Agama. Yang mudah terikut dengan cara orangg.. dan.... cara Barat.. hmmmm..
Tapi....
Kalau dengan seseorang yang bergelar Tahfiz, AKU TAK LAYAK !
Maafkan aku..
#فريد
#Hati-hati pergi menimba ilmu di negara Arab.
Novel (part5) short
Alia menangis setelah tiba di bilik hotel. Dia tidak menyangka perkahwinannya akan jadi seperti ini. Tiba-tiba dia teringat akan kata-kata Dewi. Dia harus mempertahankan perkahwinan ini walau apa pun yang terjadi antara dia dan Rizal. Alia menyeka air matanya dan terus mengambil tuala dan membersihkan diri.
Alia keluar dari bilik air sambil mengeringkan rambutnya dengan menggunakan tuala. Dia terpandangkan Rizal sedang duduk di atas katil sambil bermaindengan telefon bimbit. Alia menjuih bibir, pasti melihat gambar dia bersama Damia di pantai tadi.
'' Buat apa tu ?'' tanya Alia.
''Sibuklah. Tak nampak ke!'' keras.
Alia menjeling ,eleh macam lah aku heran sangat. Dia ni kejap baik kejap baran, entah-entah kena rasuk hantu. Alia tidak pedulikan Rizal dan dia pergi ke balkoni. ''Wahhhh ada balkoni rupanya bilik ni.'' Alia menolak sliding door dan keluar ke balkoni dan mendepangkan tangan. ''Cantiknya matahari nak terbenam.'' teruja Alia apabila melihat sinaran matahari yang terpancar pada air laut, warna jingga kemerahan.
''Apa kena dengan hang ni.'' suara Rizal di tepi telinganya. Alia menjatuhkan tangan dan mencebik.
''Tu sunset. Tak nampak?'' Alia memulangkan paku buah keras. Terus Alia masuk ke dalam, sakit hatinya apabila melihat Rizal. Rizal tidak puas hati.
Alia panaskan air menggunakan cerek air yang tersedia di atas meja. Alia termenung sambil menunggu air panas siap dididihkan.
''Esokkita pergi Underwater World.'' Rizal menutup sliding door dan langsir kerana hari sudah semakin gelap. Alia membatu di depan cerek air.
''Dengar tak ni?'' Rizal pandang Alia. Alia masih membatu dan tidak berganjak walau sedikit apatah lagi mengeluarkan sepatah perkataan. Rizal bengang. Laju dia mendekati meja dan menampar meja disebelah Alia kuat. Pangggg. Alia tersentak dan terlatah '' Oh mak kau! '' Alia mengurut-urutkan dadanya kerana terkejut dengan perbuatan Rizal.
''Abang Rizal ni kenapa hah. Terkejut Alia.'' Alia marah dan mencerlung matanya kepada Rizal. '' Kalau Alia terkena cerek air yang panas ni macam mana! ''
''Aku cakap dengan hang dari tadi hang tak dengar. Macam mana aku tak marah and tepuk meja tu nak sedarkan hang dari termenung.'' marah Rizal pula.
'' Kalau iya pun abang Rizal boleh buat cara lebih elok kan.'' Alia mengendurkan suaranya, salah dia juga kerana tidak mendengar apa yang Rizal katakan kepadanya sebentar tadi.
Rizal mendengus.
''Esok kita pi Underwater World.'' Rizal ulang katanya sebentar tadi.
''Oh, okay.'' ohhh dia ajak aku dating rupanya esok hihihi. Alia tersengeh. Dilihatnya air sudah siap dimasak. Pnatas Alia mengambil cawan yang tersedia dan membancuh air teh. Dikerlingnya Rizal yang sedang melangkah masuk ke dalam bilik air.
Emm baik aku buat air untuk dia. Boleh la dia merasa air tangan aku ni hihi. Cepat tangan Alia mengambil paket kopi yang telah disediakan oleh pihak hotel dan dituangkan ke dalam cawan. Harum bau nescafe singgah ke hidungnya. Menaikkan aroma kopi yang lazat. Dijampi air nescafe dengan doa semoga Rizal tidak lagi marah dan kasar kepadanya.
Alia menghamparkan sejadah kerana sudah masuk waktu solat Maghrib. Dia hendak solat berjemaah dengan suaminya. Rizal yang sudah selesai membersihkan diri melihat Aliasedang memakai telekung dan sejadah sudah dihamparkan untuknya menjadi imam.
Rizal mengambil kopiahnya dan berdiri di atas sejadah. Dikerling Alia di belakang dan tersenyum kecil.
Niat. '' Allahu Akbar ''
Selesai mereka solat jamak dan qasar magrib dengan Isyak.dan berdoa Rizal minum air kopi yang disediakan oleh Alia.
'' Abang, Alia lapar la. Jom pergi cari makanan.'' Alia mengajak Rizal.
'' Nak makan dekat mana? ''
'' Dekat tepi pantai tu, Alia nampak ada kedai makan. Kita makan situ nak tak. Boleh dengar bunyi ombak pantai. Mesti best.'' ajak Alia sambil tersenyum.
'' Emm okaylah. Lepas habis minum ni kita pergi.'' Rizal meneguk air kopi perlahan-lahan kerana masih panas.
**************************************************
Thursday, 28 January 2016
Novel (part4)

Rizal pergi ke pantai setelah marah dengan Alia. Dia tidak marahkan Alia dengan soalan yang ditanyakan. Tetapi dia marah apabila dia tersedar statusnya sebagai suami kepada seorang yang bernama Alia, bukan Damia kekasih yang dipujanya. Rizal meraup wajahnya berkali-kali dan menggaru-garu rambutnya bagaikan orang kurang waras.
'' Ahhh apa kena dengan aku ni ! Kenapa aku boleh kahwin dengan budak tuuu. Aku cintakan dia ka? Tak! Tak mungkin. Cinta aku hanya satu. Damia. Aku cuma cintakan Damia sorang ja. Tapi...Damia ke mana hang menghilang Damia.. Aku rindukan hang... Ahhhhh ! '' jerit Rizal sambil menghentakkan tangannya pada pasir pantai di hadapannya.
Rizal membuang pandang ke arah laut yang membiru. Bunyi desiran ombak seolah-olah memberikannya ketenangan. Indahnya ciptaan Tuhan. Dia tersenyum. Tiba-tiba dia tersedar akan sesuatu yang belum dia laksanakan.Cepat dia memandang jam di tangan, ''Hah, pukul 3.30 petang?! Aku tak solat zohor lagi Ya Allah.." terus Rizal berlari menuju ke hotel untuk menyempurnakan kewajipan sebagai seorang muslim.
' strettt... ' bunyi pintu hotel ditolak oleh Rizal.
Dia menjenguk ke dalam bilik, dilihatnya kosong tiada kelibat isterinya. Rizal risau jika isterinya lari tetapi dia harus menunaikan solat zohor terlebih dahulu. Setelah dia mengambil wudhuk, dia keluar dan terlihat sejadah yang telah berlipat dihampar di atas lantai. " Alhamdulillah. " ucap Rizal lega bahawa itu tanda isterinya sudah menunaikan kewajipan kepada Allah. Rizal membuka sejadah dan mengangkat takbir untuk solat jamak Zohor dan Asar.
''Assalamualaikum warahmatullah... Assalamualaikum warahmatullah... '' Rizal memalingkan wajahnya melihat bahu kanan dan kiri dan meraup wajahnya ke bawah. Rizal mengangkat tangan berdoa kepada Allah untuk dirinya, ibubapanya, adik beradiknya dan juga doa buat si isteri.
''Aaminnnn.. ''
Rizal mencapai telefon bimbit di atas meja kecil dihadapannya. Nama 'Alia' dicari dan menekan 'call' yang terpapar di layar skrin telefon bimbitnya.
'tutt tutt .. tutt tutt.. tutt tutt..nombor yang anda dail tidak dapat dihubungi, sila cuba sebentar lagi.'
Rizal cuba menghubungi sekali lagi.
'tutt tutt .. tutt tutt .. tutt ... Hello Assalamualaikum .. ' Rizal mendengar suara Alia dalam panggilan.
' Waalaikumusalam, Alia kat mana ? '
' Err Alia minta maaf abang. Alia tak sengaja tanya soalan macam tadi dekat abang. Alia minta maaf sangat-sangat. Maafkan Alia please..' rayu Alia terus-menerus agar suaminya tidak memarahinya lagi seperti tadi.
' Alia, abang tanya Alia dekat mana, kenapa tak jawab. Alia dekat mana ni ? '
' Alia dekat restoran bawah ni, Alia lapar sangat dari tadi tak makan, sarapan tadi ja.Maafkan Alia abang sebab tak minta izin dekat abang nak keluar bilik. Alia takut abang marahkan Alia lagi.' baru Rizal teringat yang dirinya juga belum menjamah apa-apa makanan dan dia juga berasa sangat lapar.
' Tunggu abang, abang pun lapar tak makan apa lagi.' pantas dia menamatkan panggilan dan keluar dari bilik menuju ke tingkat bawah untuk mencari makanan.
Rizal menuju ke restoran yang dimaksudkan isterinya dan dia terpandang seorang gadis yang memakai tudung bawal hijau kelihatan ayu sedang menikmati air fresh orange di hadapannya. Rizal tersenyum dan mengorak langkah untuk mendekati meja yang diduduki gadis ayu tersebut.
Tidak semena-mena tangan Rizal ditarik oleh seseorang membuatkan langkahnya terhenti dan dia melihat orang yang memaut tangannya kini. ''Damia?!'' mata Rizal terbeliak seakan tidak percaya manusia yang sedang berdiri di depannya. Gadis yang dirindui.
'' Rizal ! Hey you buat apa dekat sini ? Oh my God, its been a long time I tak jumpa You since kita break off haritu.Rindunya I dekat You. You apa khabar? '' Damia mempamerkan wajah gembiranya yang dihiasi mekap yang tebal membuatkan dirinya bertambah cantik.
'' Damia. I pun rindu dekat you. Rindu sangat-sangat. I really mean it yang I pun rindukan you sangat-sangat. Where have you been ? You pergi mana lepas you tinggalkan I ? '' Rizal terlalu gembira melihat wajah yang dirinduinya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan kekasih yang dirindui sekian lama.
'' Rizal. Sorry about that. You tahu kan I marah bila you cakap I tak setia. Thats why I pergi tinggalkan you. Since that day, I ikut family I pindah Langkawi. And now you re in my place. Hey, you buat apa dekat sini. Melancong ? Sorang je ke ni ? Nak I temankan ke since you're in my restaurant now.''
'' Your restaurant ? Seriously, wahh congrats you berjaya jugak bukak restoran yang you idam-idamkan selamani. I datang sini dengan wi... errr dengan kawan I. Dia ada dekat sini tadi, eh tapi dia dah takda.'' Rizal memandang ke arah meja tempat isterinya duduk sebentar tadi tetapi kosong.
'' Oh really ? So, shall we ? '' pelawa Damia untuk duduk di meja yang berhampiran.
Alia melihat wajah Rizal yang sedang duduk bersama Damia. Bahagia. Ya, wajah Rizal sangat bahagia, tidak pernah Alia melihat wajah Rizal seceria itu. Adakah kerana dia dapat berjumpa dengan kekasih lamanya kembali setelah tiga tahun hilang tanpa khabar. Tanpa sedar Alia merasakan hatinya hiba bagai hancur retak seribu. Alia berlari menuju ke bilik hotel.
Alia menghempaskan tubuh badannya di atas katil. Sedih. Itu yang dirasakannya sekarang.
'Berakhir sudah pencarian cintakuuu ...' bunyi nada deringan dari telefon bimbit Alia kedengaran.
Cepat Alia mengeluarkan telefon bimbitnya dari tas tangan Gucci miliknya. Berharap suaminya yang menelefon dan mencarinya. Tetapi hampa.
'' Hello Assalamualaikum mak. '' ''Ya, Alia dah sampai Langkawi dah, sekarang ada dekat dalam hotel. '' ''Abang Rizal?'' ''Oh, abang Rizal ada ja dekat bawah hotel.'' ''Seronok la jugak mak, sebab dah lama tak mai Langkawi ni.'' ''Ok, mak, kirim salam dekat ayah. Nanti dah habis jalan-jalan, kami balik ya mak.'' ''Waalaikumusalam.'' sembang Alia dengan Mak Temah di dalam panggilan telefon.
Alia melihat telefon bimbitnya. Perlahan-lahan dia meletakkan telefon itu di atas katil. Sejurus itu, Alia teringatkan sahabat baiknya. Alia cepat mengambil telefon bimbit dan membuat panggilan.
''Hello.. Dewi....''
''Eh, Alia. Amboii Assalamualaikum pengantin baru. Dah lupa nak bagi salam ka? Untungla ber-honeymoon dekat Langkawi. Bukan nak ajak kita. Yela, kita sedar la kita ni sapa. Hanya bekas kawan yang dah bergelar adik ipar. Hehehehe..''
''Hehehe Waalaikumusalam. Mana ada honeymoon. Biasa biasa ja la. Tak best pon hmmm..'' kata Alia dengan nada sayu.
'' Eh Alia hang tak apa-apa kan? Hang okay tak ? Kenapa suara sedih ja ni ? Abang aku buat apa dekat hang? Please Alia, bagitau aku.'' rayu Dewi kerana dia takut abangnya mengapa-apakan Alia. Dia tahu abangnya tidak sukakan Alia.
''Damia.'' jawab Alia sepatah dan menghela nafas kecewa.
''What! Damia ? Kenapa dengan dia ? Dia ada dekat sana ka? Hang biaq betui...''
''Hmmm.. macam tu lah cerita dia..'' Alia menceritakan perkara yang terjadi sepanjang mereka berada di Langkawi. Hampir setengah jam perbualan mereka dan Dewi banyak memberikan kata-kata semangat agar Alia terus mempertahankan mahligai yang baru sahaja terbina dan bersabar dengan kerenah abang Rizal.
''Okaylah Dewi, nanti aku balik aku bawakan ole-ole dekat hang. Okay I need to go. Assalamualaikum.'' Alia menamatkan panggilan dan menyimpan telefon bimbitnya ke dalam tas tangan.
Tiba-tiba dia melihat pintu bilik dikuak dari luar. Abang Rizal ? Alia cepat-cepat berbaring dan memejamkan mata berpura-pura tidur.
'' Alia...'' panggil Rizal setelah dia melihat Alia sedang tidur di atas katil. Dia berhasrat ingin membawa Alia pergi berjalan-jalan melawat beberapa kawasan Langkawi yang banyak tempat menarik.
'' Alia... Bangun..'' Rizal cuba menyentuh lengan Alia dan menggoyang-goyangkannya. Alia terkejut dengan tindakan Rizal dan dia terus membuka mata.
''Abang...'' Alia bangun dari pembaringan dan duduk bersandar di kepala katil.
'' Jom kita pi ronda tengok tempat-tempat yang best. Nak tak?'' ajak Rizal sambil matanya melihat Alia yang sedang membetulkan tudung yang senget akibat tidur di atas katil.
'' Abang ajak Alia ke ? Emmm Alia tak da mood la nak keluar. '' Alia sebenarnya ingin sekali mengikuti Rizal tetapi akibat sakit hatinya, dia sengaja meninggikan ego hati dan menolak ajakan Rizal.
''Tak da mood nak keluar? Habis tu buat apa datang Langkawi ni kalau setakat nak duduk dalam hotel ja ? Tak dak life tau tak ?!'' Rizal tertinggi suara kerana tidak puas hati apabila Alia menolak ajakannya.
''Kalau taknak pergi takpa lah, biaq aku ja yang keluaq. Huh!''
''Aaa abangg.. okay-okay maafkan Alia. Alia ikut abang. Tapi abang nak pergi mana ?'' Alia serba salah apabila melihat Rizal sudah meninggi suara.
''Entah!''
''Abang. Sorrylah. Alia ...'' Alia ingin meluahkan rasa hatinya apabila melihat Rizal duduk bersama Damia sebentar tadi tetapi dia biarkan sahaja seolah-olah dia tidak nampak apa yang berlaku. Biar dia seorang sahaja yang pendam rasa sakit hati itu.
''Tak apa lah, kalau hang nak ikut, hang siaplah sekarang. '' Rizal balas acuh tak acuh. Terus dia menuju ke cermin dan mengamati wajahnya di hadapan cermin bilik. Dari dalam cermin, Rizal nampak Alia kalut membelek tudungnya dan mengeluarkan bedak kompak dari dalam tas tangan. Alia menyolek ala kadar dengan bedak dan gincu yang nipis.
''Ok jom.'' Alia bangun dari katil dan membetulkan baju dan skirtnya agar kelihatan rapi.
Rizal berpuas hati dengan pemakaian isterinya dan terus keluar diikuti isteri dari belakang sampaikan ke tempat dia parkir kereta sebelum check in hotel. Alia memasuki kereta setelah Rizal menghidupakan enjin kereta.
Sepanjang perjalanan, Alia hanya melihat ke luar tingkap menikmati pemandangan Pulau Langkawi yang semakin pesat membangun. Rizal sedar Alia hanya berdiam diri sejak tadi dan Rizal memberhentikan kereta apabila sudah sampai di hadapan sebuah kedai di Pekan Kuah.
''Jom turun sini jelah.'' kata Rizal.
''Eh, Pekan Kuah? Kita nak shopping dah ke ? Jalan-jalan pon belum lagi. Dah nak shopping? Nak balik penang dah ke esok..'' pelik apabila Rizal membawanya ke pekan yang orang datang untuk membeli belah barangan keluaran Langkawi.
'' Kenapa tak boleh ka? Kita shopping jela dulu harini beli barang dekat family. Esok baru kita pi jalan-jalan tempat best.'' jawab Rizal dan dia terus mematikan enjin dan keluar dari kereta.
Alia hanya mengangguk dan keluar dari kereta membuntuti suaminya yang masuk dari satu kedai ke satu kedai. Banyak manisan yang diborong oleh Rizal. Sampaikan Alia tidak tahu hendak berkata apa. Rizal hanya menyuruhnya mencari periuk dan mangkuk kerana dia tidak handal memilih peralatan dapur. Setelah penat memborong di pekat Kuah, Rizal mengajak Alia untuk pulang.
''Banyaknya abang beli. '' kata Alia kepada Rizal setelah mereka bersama-sama berada dalam kereta.
''Emmm..'' hanya itu sahaja yang dijawab oleh Rizal. Dan hanya suara Dj radio yang menemani perjalanan mereka berdua sehingga mereka tiba di perkarangan tempat parkir hotel.
Rizal menyuruh Alia naik ke bilik dahulu, katanya dia ingin melihat pantai. Alia mahu ikut tetapi cepat sahaja Rizal melarang dan memberi arahan supaya dia naik ke atas bilik.
Tanpa pengetahuan Rizal, Alia mengikuti Rizal dari jauh dan dia nampak Rizal menghubungi seseorang menggunakan telefon bimbitnya.Selang beberapa minit selepas itu, Alia nampak kelibat seorang perempuan cantik yang tidak bertudung datang menghampiri Rizal dan mereka bersama-sama berjalan menelusuri pinggir pantai.
Kecewa.
Alia berlari menuju hotel dan tidak semena-mena dia terjatuh terlanggar seorang lelaki yang kebetulan sedang tunduk membetulkan kasutnya. Alia memohon maaf dan terkejut apabila melihat lelaki yang dilanggarnya ialah seseorang yang amat dia kenali. Syafiq.
''Alia?!'' dia terkejut dan menghulurkan tangannya untuk mengangkat Alia bangun dari duduk akibat terjatuh.
'' Syafiq, it's okay. Aku boleh bangun sendiri. Hang buat apa dekat sini?'' Alia berdiri tanpa bantuan Syafiq. Tidak menyangka dia akan bertemu dengan kawanya semasa dia belajar di Matrik 4 tahun yang lalu. Syafiq merupakan kawannya yang berasal dari Johor.
''Alia, tak sangka boleh jumpa kau dekat sini. Kau apa khabar ?'' ramah Syafiq sambil tersenyum seronok dapat bertemu dengan kawan yang sudah lama tidak berjumpa.
''Haha, aku kurang baik sebab baru je jatuh tadi terlanggar kau. Sebelum ni aku khabar baik je.'' Alia membuat loyar buruknya.
''Hahaha kau ni Alia. Eh sorry ek sebab buat kau jatuh. Aku ikat tali kasut tadi. Haa Alia ni kad aku, ada nombor telefon aku dalam tu. Aku nak kena balik dah ni. Ada hal sikit. Nanti kau contact lah aku ye.'' Syafiq mengeluarkan kad nama dari dalam dompet dan dihulurkan kepada Alia. Alia menyambutnya dengan tangan kanan.
'' Eh Alia, merahnya inai tangan kau ni. Macam orang baru kahwin je. Kau kahwin dah ke ?'' tanya Syafiq teruja melihat jari Alia yang merah dihiasi inai.
Alia melihat jari-jemarinya dan pantas dia tersenyum. '' Ha ah aku dah kahwin, baru je semalam. Maaflah aku tak jemput kau ke majlis aku. Aku tak dapat nak contact kau. Sorry ye.''
''Wahh, tahniah. Selamat pengantin baru. Kiranya sekarang ni kau tengah honeymoon lah ye? Hahahaha tak sangka aku jumpa kau dah jadi isteri orang dah. Melepas aku, tak apa lah tak ada rezeki nak makan nasi minyak kau. By the way, mana suami kau ?''
''Terima kasih. Honeymoon jalan-jalan je. Tak apa, nanti kenduri kau jangan lupa jemput aku hehehe boleh lah aku merasa nasi minyak kau. Suami aku errr dia pergi jalan tepi pantai tu.'' Alia mengunjukkan jari telunjuknya ke arah pantai tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
''Oh, okaylah Alia. Aku kena pergi dah ni sebab ada hal nak kena buat. Jangan lupa contact aku okay. Kalau tak, tak merasa lah nasi minyak aku nanti hehehe bye.'' Syafiq meminta diri dan melambai tangannya kepada Alia sambil berlalu dengan sengehan di bibirnya.
''Hahaha, yelah. Hati-hati!'' jerit Alia setelah Syafiq hampir jauh meninggalkannya.
Alia teringatkan suaminya yang sedang berjalan dengan seorang perempuan sebentar tadi, langsung sahaja wajah Alia berubah muram dan dia kembali berlari menuju ke hotel. Hatinya hiba.
Tuesday, 26 January 2016
Novel ( part 3 )

'Letihnya. Alhamdulillah dah selesai majlis harini' Alia berehat keletihan di kamar pengantin yang dihias indah oleh sanak saudara. Dilihatnya katil pengantin dan barulah dia tersedar dia bakal tidur bersama suami yang baru menikahinya pagi tadi. Terbangun Alia dari duduknya dan pantas meluru keluar ke pintu dan 'dusssh' Alia terlanggar sesusuk tubuh yang sasa sebelum keluar dari bilik.
Sunday, 15 November 2015
New Life
Assalamualaikum hai.
Ehemmmm. Lama gilerrrrr aku tak create new post kan.
Sampaikan jari² yang sedang menaip ni pon dah terasa getarannya sebab kekok sangat nak type ape.
Okay, now i m currently in my room. At KMR.. Kolej Mohamad Rashid. Sekarang aku dah sambung belajar dekat tempat baru. ALHAMDULILLAH. Rezeki. Syukur.
Stress jugak life degree ni. Tapi takpa, ni la jalan yang Allah tentukan dekat aku. Ni jalan rezeki yang Allah buka and bagi kat aku, InshaaAllah aku takkan sia-siakan. *hopefully
Secara jujur jujur jujurnya. Life aku dekat sini, dengan matrik hmm. Sangat jauh berbeza. Sini lagi sibuk. Lagi busy. MasyaaAllah :(
Ditambahkan pulak dengan kemalasan aku nak study. Lagilah bertambah² terasa kesengalannya. Haishh. *ya Allah semoga aku rajin study dekat sini ya Allah, Aaminnn.
OKaylahhhh, ni jela aku nak celoteh. Hihihi. Minggu ni, aku ada exam Physics. Hmmm, doakan aku yeee. Minggu depan lagilah banyak exam. Kena pulun study ni. Tapi kalau cakap je, takda makna pon hmm hmmm. Bye. Nak tido. Bilik pon dah gelap. Yelaa dah pukul 1 pagi kan. Rumet i pon dah tidoooooo.
Thursday, 27 August 2015
Why i Choose KMPP
Assalamualaikum.
"Harini keputusan rayuan Matrik la. Emm mesti dapat punya ni. Huhu tapi takut nak check."
Teringat lagi dulu, dalam keriuhan kenduri kahwin, aku check keputusan rayuan matrikulasi. Dulu lepas SPM memang aku tekad, aku nak sambung STPM. Atas sebab ? STPM setaraf dengan diploma. Fast track to get degree. But why taknak choose Matrik ? Sebabnya, sijil matrik is nothing. Tak laku. Kalau tak dapat result best, i have to back to diploma. Study again. With certificate of SPM level. So tbh, memang aku taknak sangat sangat masuk Matrik. Orang cakap matrik kena belajar struggle gila2. Takda masa. Pergi class pagi balik petang. So memang hala tuju aku lepas SPM ialah STPM. Really.
TAPI !
I read this appeared in my Phone screen.(something like this la)
"Tahniah, anda berjaya mengikuti pengajian program satu tahun di Kolej Matrikulasi Pulau Pinang".
Kmpp. Aku dah memang agak aku akan dapat Kmpp. Confirm. Orang first yang aku bagitau ialah mak aku, Abah and sepupu pak mak menakan semua. Semua orang suruh aku pergi Kmpp.
And i was like, terdiam, in between, confius, STPM or Matrik ?
And semua orang bagi cadangan "Pilih la Matrik. Belajar betul betul dapat pointer elok pastu terus dapat masuk Universiti. InshaaAllah irah boleh. Irah jangan la main-main. Belajar betul betul. Focus. Kena struggle sungguh sungguh."
Mama and abah memang beriya-iya suruh aku masuk Kmpp. Aku still in between. Aku takut nak masuk matrik. Then mama suruh whatsapp cousin yang pernah masuk kmpp, aku pun okeyy la whatsapp tanya pendapat. Dia cakap memang highly recommended kmpp tu. MASUK! Everything is just fine. And aku. Seolah dah berat sebelah sikit untuk ke matrik. But still i have to make istikharah. Pilihan semua Allah uruskan untuk aku.
Tapi. Sayangnya aku tak boleh Solat istikharah sepanjang hari sampai tarikh daftar. So aku minta tolong kawan istikharahkan dengan akhir solat baling kertas yg tertulis matrik and stpm and pilih satu. Hehe. So result berat kepada Matrik lagi sekali. Mak and abah pun memang nak sangat sangat aku masuk Matrik.
So,
Aku dengan berat hatinya terima matrik. And i done it(document) everything in just one night. And beli barang semuanya in just a short way. And esoknya terus pergi kmpp, mendaftar. Takut.
-Cerita sepanjang di kmpp(entry lain)-
And now Alhamdulillah setelah bertungkus lumus aku belajar dekat Matrik selama setahun(10bulan), Sekarang Alhamdulillah aku dapat tawaran ke universiti tempatan (IPTA).
Wednesday, 8 July 2015
Ramadhan
Pecut untuk apa ni ? Asyik duk suruh orang pecut. Tapi pecut untuk apa ?
ASTAGHFIRULLAHHALAZIM !
LAILAHAILLALLAH !
Monday, 6 July 2015
Novel (part 2)
' Woi, hang faham tak?!! Ahhhhhhh. '
Dipandang semua telefon bimbit. Rizal SMS lagi.
"Eh abang Rizal. Tak perlu lah hina Alia macam tu. Kesalahan Alia yang dah lepas tu, Alia mohon maaf sebesar-besarnya. Alia cuma nak sedarkan abang Rizal. Tak dak maksud nak hancurkan hubungan abang Rizal. Sekarang terpulanglah dengan apa yang abang Rizal nak buat. Alia tak kisah dan Alia tak nak ambik tau langsung pasai perkahwinan kita. Alia ikut apa yang ayah dan mak Alia tetapkan. Maafkan Alia, Assalamualaikum." senafas Alia menghamburkan amarahnya dan terus sahaja dia mematikan panggilan telefon.
Sunday, 5 July 2015
Novel (Part 1)
"Kena mandi cepat then basuh baju and masak. Kalau tak, bising mak aku tu." Pantas Alia menyusup dirinya masuk ke dalam bilik air.
"Rizal, Alia, tak habis-habis hampa berdua ni nak bergaduh ja. Nanti kalau kahwin hampa dua ni taktau lah macam mana."


